| |
|
| Statistik Situs |
Time: 07:47 Members: 1 Hits: 7 WebLinks: 5 Visitors: 4346 |
|
|
| Kilas Berita |
|
Puskesmas di Balikpapan , Sudah memiliki Situs Internet sendiri ,, Situs ini merupakan media Feedback , Promosi, Sosialisasi dan pendataan tentang kondisi wilayah kerja , juga Program Kerja kesehatan yg sedang di laksanakan , diharapkan Pemerintah kota dapat menyediakan infra struktur Internet yg murah untuk warga , agar program ini berhasil |
| Rencana Aksi Tanggulangi HIV/AIDS Segera Disusun
|
 |
 |
|
|
|
| Written by Administrator |
Saturday, 09 February 2008
Dengan demikian, kata dia, upaya
penanggulangan HIV/AIDS berjalan selaras dan target pemerintah untuk
menghindarkan satu juta orang Indonesia dari HIV/AIDS pada 2010, bisa
dicapai.
Ia menjelaskan selama ini pemerintah berusaha mencapai
target tersebut dengan tiga indikator keberhasilan yakni sebanyak 80
persen orang yang beresiko tertular HIV/AIDS bisa mengakses layanan
pencegahan dan pengobatan HIV/AIDS, 50 persen orang yang beresiko
tinggi terinfeksi HIV/AIDS menjadi bagian dari program penggunaan
kondom 100 persen dan 60 persen orang yang beresiko terinfeksi berubah
perilakunya. "Misalnya
mereka yang semula menggunakan nerkoba dengan jarum suntik bersamaan
menjadi menggunakan jarum suntik sendiri-sendiri, orang yang
menggunakan jarum suntik sendiri tidak lagi menggunakan jarum suntik
dan yang sebelumnya mengonsumsi narkoba tidak lagi melakukannya,"
jelasnya.
Lebih lanjut Nafsiah menjelaskan peningkatan upaya
penanggulangan HIV/AIDS harus dilakukan karena jumlah orang yang
terinfeksi dan terkena sindroma merapuhnya kekebalan tubuh cenderung
meningkat dari tahun ke tahun.
Hingga September 2006 saja,
jumlah kasus AIDS yang dilaporkan di Indonesia total mencapai 6.987
kasus yang tersebar di 32 provinsi. Dari jumlah tersebut 82 persen
penderita diantaranya laki-laki dan 16 persen lainnya perempuan.
Faktor
resiko terbesar dari kasus-kasus HIV/AIDS di Indonesia berturut-turut
adalah penggunaan narkotika dengan jarum suntik (52,6 persen), hubungan
heteroseksual (37,2 persen), dan hubungan homoseksual (4,5 persen). antara/abi
Yang
dilakukan memang sudah banyak, tetapi kita harus berbuat lebih banyak
lagi. Untuk itu kita akan menyusun RAN untuk meningkatkan upaya yang
diperlukan guna mengubah jalannya epidemi," kata Sekretaris Komisi
Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional Nafsiah Mboi, di Jakarta, Selasa
(28/11).
Nafsiah mengatakan pencegahan dan penanggulangan
HIV/AIDS tidak bisa dilakukan oleh KPA atau Departemen Kesehatan saja
tetapi juga harus melibatkan semua pihak termasuk lembaga lintas
departemen, LSM, organisasi agama dan kemasyarakatan serta lembaga
mitra internasional yang terkait.
RAN penanggulangan AIDS
tersebut, kata dia, diperlukan sebagai panduan bagi semua instansi dan
lembaga mitra yang terlibat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan
HIV/AIDS di Tanah Air.
Dengan demikian, kata dia, upaya
penanggulangan HIV/AIDS berjalan selaras dan target pemerintah untuk
menghindarkan satu juta orang Indonesia dari HIV/AIDS pada 2010, bisa
dicapai.
Ia menjelaskan selama ini pemerintah berusaha mencapai
target tersebut dengan tiga indikator keberhasilan yakni sebanyak 80
persen orang yang beresiko tertular HIV/AIDS bisa mengakses layanan
pencegahan dan pengobatan HIV/AIDS, 50 persen orang yang beresiko
tinggi terinfeksi HIV/AIDS menjadi bagian dari program penggunaan
kondom 100 persen dan 60 persen orang yang beresiko terinfeksi berubah
perilakunya.
"Misalnya mereka yang semula menggunakan nerkoba
dengan jarum suntik bersamaan menjadi menggunakan jarum suntik
sendiri-sendiri, orang yang menggunakan jarum suntik sendiri tidak lagi
menggunakan jarum suntik dan yang sebelumnya mengonsumsi narkoba tidak
lagi melakukannya," jelasnya.
Lebih lanjut Nafsiah menjelaskan
peningkatan upaya penanggulangan HIV/AIDS harus dilakukan karena jumlah
orang yang terinfeksi dan terkena sindroma merapuhnya kekebalan tubuh
cenderung meningkat dari tahun ke tahun.
Hingga September 2006
saja, jumlah kasus AIDS yang dilaporkan di Indonesia total mencapai
6.987 kasus yang tersebar di 32 provinsi. Dari jumlah tersebut 82
persen penderita diantaranya laki-laki dan 16 persen lainnya perempuan.
Faktor
resiko terbesar dari kasus-kasus HIV/AIDS di Indonesia berturut-turut
adalah penggunaan narkotika dengan jarum suntik (52,6 persen), hubungan
heteroseksual (37,2 persen), dan hubungan homoseksual (4,5 persen).
(rol/broto) |
| Last Updated ( Saturday, 09 February 2008 ) |
|
|
|
|
| Jadwal Acara |
|
|
| M |
T |
W |
T |
F |
S |
S |
| |
|
|
1 |
2 |
3 |
4 |
| 5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
| 12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
17 |
18 |
| 19 |
20 |
21 |
22 |
23 |
24 |
25 |
| 26 |
27 |
28 |
29 |
30 |
31 |
|
| |
|
|
|